Jumat, 13 Agustus 2010

Liburan, Kunjungi Batusangkar Yuk, Kota Serba 'Batu'!

Batu Sangkar adalah kota terbesar dan terpenting di kabupaten Tanah Datar yang merupakan pusat kebudayaan tradisonal Minangkabau selama ratusan tahun. Selama ini, orang mengenal batusangkar dengan kota budaya, disebabkan adanya beberapa peninggalan budaya terpenting, seperti Istano Basa Pagaruyung dan Istano si Lindung Bulan.

Mengisi waktu liburan, kamu bisa berkunjung ke batusangkar untuk melihat pesona wisata budaya di sini. Banyak wisata budaya yang berbahan batu. Batu-batu megalit peninggalan manusia yang hidup ribuan tahun lalu banyak ditemui di kawasan yang terletak di selatan dan timur Gunung Merapi. Batu ini bukan sembarang batu, justru batu langka yang bernilai tinggi.

Konon kabarnya, nama Batusangkar berasal dari sebuah batu yang ditemukan berbentuk sangkar. Menurut beberapa informasi, batu tersebut dibawa dibawa oleh kolonial Belanda ke Negerinya dan disimpan di Museum Leiden. Pada bagian lain, di dalam lagu Minang disebutkan bahwa Batusangkar balantai batu, karena di Batusangkar ada sebuah perkampungan berlantai batu.

Kepada inioke, Febby Febriliani, alumni SMA1 Sungai Tarab menyatakan bahwa ini uniknya kota Batusangkar. Di Luhak Nan Tuo ini memang banyak objek wisata yang berhubungan dengan batu, seperti Batu Angkek-angkek di Kecamatan Sungayang, Batu Basurek di Kecamatan Tanjung Emas, Batu Batikam di Kecamatan Limo Kaum, Batu Kasur di Kecamatan Tanjung Emas, Batu Sandaran Rajo di kecamatan Batipuh, Air Menembus Batas di Kecamatan Sungayang, Batu Jajak Nabi di Kecamatan Padang Ganting, Batu Tujuh Tapak di Kecamatan Sungau Tarab dan Batu Baliang di Kecamatan Sungai Tarab.

Inioke kali ini mengunjungi beberapa tempat yang bisa dijadikan panduan jika kamu liburan ke Batusangkar di hari minggu ini.

Batu Batikam
Batu Batikam adalah sebuah batu yang ada lubang di tengah-tengahnya karena ditikam oleh Datuak Parpatiah nan Sabatang sebagai tanda berakhirnya perselisihan dengan Datuak Katuamanggungan. Perselisihan antara mereka menyangkut pemakaian adat secara Koto Piliang dan Bodi Caniago. Batu Batikam saat ini bisa dikunjungi Nagari Lima Kaum, di sebuah taman sekitar lima kilometer sebelum masuk kota Batusangkar. Kabarnya, duplikat Batu Batikam juga sudah ada di Negara Jiran Malaysia.

Batu Basurek
Batu Basurek adalah suatu komplek yang di dalamnya terdapat beberapa buah batu prasasti tentang sejarah Pagaruyung dan Minangkabau. Prasasti ini telah berusia lebih dari 600 tahun, yang ditulis dengan huruf Jawa Kuno dan berbahasa Sanskerta. Menurut keyakinan sebagian orang di komplek ini, juga terdapat makam Raja Adityawarman.

Batu Angkek-angkek
Batu Angkek-angkek adalah batu yang dianggap mempunyai kekuatan gaib dan dapat memberikan tanda. Kabarnya, munculnya batu ini berawal dari mimpi Datuak Bandaro Kayo, yaitu salah seorang kepala Kaum dari Suku Piliang, yang bermukim di Tanjuang Sungayang. Dalam mimpinya, ia didatangi oleh Syech Ahmad dan disuruh mendirikan sebuah perkampungan, yang sekarang terkenal dengan nama Kampung Palagan di Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang.

Pada saat pembangunan tonggak pertama terjadi gempa lokal dan hujan panas selama 14 hari 14 malam. Karena terjadi peristiwa ini, maka diadakan musyawarah dan pada saat itu terdengar suara gaib yang berasal dari lobang pemancangan bangunan, bahwa di lokasi itu terdapat sebuah batu yang harus dirawat baik-baik. Kini, batu itu dikenal dengan Batu Angkek-angkek.

"Konon kabarnya, kalau ada yang bisa mengangkat batu tersebut, permintaannya akan terkabul," ujarnya.

Kepada inioke, Febby menyatakan bahwa ada yang bisa mengangkat dan ada pula yang tidak bisa mengangkat. Namun, Lili Anggraini, salah seorang yang tertarik dengan cerita ini, dahulunya pernah mencoba mengangkat Batu Angkek-angkek. Sebelum diangkat, ia berharap bisa lulus di Akademi Keperawatan. Luar biasanya, ia mampu mengangkat batu tersebut, dan beberapa saat setelahnya, ia pun diterima di Akademi keperawatan.

"Iya, tapi aku tak mempercayai juga seutuhnya," ujar Lili kepada inioke, meski saat itu ibunya ikut serta mengangkat, namun tak bisa seperti dirinya. Dari pengalamannya, ia senang bisa mengangkat batu yang tak sembarang orang bisa mengangkatnya ini.

Tertarik ingin mengangkat Batu Angkek-angkek? Ayo kunjungi kota Batusangkar.

1 komentar:

Aidiel Chy Dr-Social mengatakan...

visit Tanahdatar Regency. WEST SUMATERA, INDONESIA

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international voip calls